https://sukiyahedlin.blogspot.com/

Tampilkan postingan dengan label RESUME GEL 18. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RESUME GEL 18. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 April 2021

Menulis Resume Untuk Jadi Buku


PELATIHAN BELAJAR MENULIS
Pertemuan Ke 6 Gelombang 18
Jumat, 16 April 2021
Pukul 13.00 WIB
Tema : Menulis Resume untuk Jadi Buku
Narasumber : Ibu Aam Nurhasanah, S.Pd.





Menulis Resume  untuk Jadi Buku

Pelatihan belajar menulis di WAG asuhan Omjay bersama PGRI,  Jumat 16 April 2021  Pukul 13.00 WIB saya ikuti sambil mempersiapkan bahan masakan untuk berbuka puasa . 

Moderator yang mendampingi Narasumber yaitu  Bu Sri Sugiastuti alias Bu Kanjeng. Sudah menjadi kebiasaan setiap memulai perkuliahan di WAG, moderator menyapa peserta dan memberikan informasi penting yang harus diperhatikan selama materi disampaikan.

Dengan suara lembut, Bu Kanjeng mulai dengan memberi salam dan mendoakan seluruh peserta agar tetap semangat mengikuti pelatihan menulis ini. Setelah itu, Bu Kanjeng mempersilakan narasumber untuk menyampaikan materinya. 

Sebenarnya narasumber siang ini adalah Pak Tamrin Dahlan, tetapi beliau berhalangan hadir. Maka yang menggantikan adalah seorang relawan dan salah satu tim solid dari kelas belajar menulis asuhan Omjay. Tentunya ini tidak akan mengurangi substansi dari kegiatan rutin di WAG. 

Narasumber hari ini bernama Aam Nurhasanah, S. Pd. Beliau akrab disapa dengan sebutan Bu Aam. Beliau kelahiran Cipanas, 12 Agustus 1988. saya sudah mengenal Bu Aam sebenarnya sudah lama waktu  sama-sama di gelombang 8. sebenarnya kita sama-sama  ketinggalan kelas . Tapi bu Aam lebih beruntung karena segera mengulang kelas dengan sangat rajin  di gelombang 12. Sampai juara kelas pula. sebenarnya saya masih aktif mengikuti kegiatan ini terus   tapi untuk buat resume nya ketinggalan terus  jadi  ya gimana mau lulus......he he he.....

Profil beliau bisa kita lihat di link blog nya yang Isinya  sangat keren. Yaitu  "https://aamnurhasanah12.blogspot.com/2021/01/intip-profilku-yuks.html"

Saya sangat bangga dan salut sekali pada beliau . walaupun usianya masih muda dengan kesibukannya sebagai Kepala sekolah di SMPS Mathlaul Hidayah Cipanas Kabupaten  Lebak, Provinsi Banten. (SMPS MAHID). dan menjalankan beberapa usaha pribadinya tapi prestasinya sangat luar biasa . terutama setelah bergabung dengan pelatihan belajar menulis di WAG bersama Om Jay ini. alhamdulillah dari  semangat Beliau inilah saya masih bisa bertahan di group pelatihan belajar menulis ini. Terimakasih banyak bu Aam .... Suportnya pada saya.

Karya Bu Aam yang sudah diterbitkan sampai saat ini sudah berjumlah puluhan, Buku andalannya adalah "MENGUKIR MIMPI JADI PENULIS HEBAT "  


Alhamdulillah saya sudah memiliki buku ini dan membacanya dengan baik. Buku ini sangat memotivasi sekali terutama bagi penulis pemula seperti saya . 

Bu Aam dengan penuh percaya diri membagikan file PPT yang bisa peserta baca dan pelajari. Segera saya   mengunggah file tersebut agar dapat saya baca dan pelajari . 



Resume itu menurut bu Aam merupakan  rangkuman atau ringkasan. Peserta tidak boleh menyalin-tempel materi yang dipaparkan oleh narasumber begitu saja. Akan tetapi, alangkah eloknya jika resume berisi kalimat-kalimat yang disusun sendiri oleh peserta tersebut. 

Ada tujuh langkah teknis untuk membuat resume menjadi sebuah buku  yaitu :

1. Kumpulkan resume
Hasil resume dari pertemuan pertama sampai kedua puluh sebaiknya dibuatkan satu folder khusus. Tujuannya agar resume tersebut mudah ditemukan dalam laptop atau komputer.

2. Tentukan tema
Seluruh resume materi yang telah terkumpul dari materi 1 - 20 diklasifikasi berdasarkan tema yang dibahas. Misalnya, ada beberapa narasumber yang membahas tentang motivasi, maka digabung  ke dalam satu bab berjudul 'Motivasi'. Kalau ditemukan ada beberapa materi tentang penerbit, juga disatukan dalam bab berjudul 'Penerbitan'. Begitu seterusnya. Adapun nama tema untuk setiap bab disesuaikan dengan diksi peserta itu sendiri.

3. Buatkan daftar isi atau TOC (Table of Content)
Setelah melewati proses klasifikasi tema, hal yang harus dilakukan adalah membuat daftar isi berdasarkan tema-tema yang ada.

4. Kembangkan TOC
Jika daftar isi telah tuntas, penulis kemudian membuat sub tema untuk setiap babnya. Nah, dari sub tema itulah peserta menjabarkan idenya berdasarkan resume yang ada. Kembangkan tulisan yang ada dengan sebebas-bebasnya. Tulis saja semua yang terpikirkan dan yang diingat mengenai sub tema. Jangan sekali-kali membaca tulisan kita di tahap ini!

5. Review, revisi, dan edit naskah
Pada proses ini, penulis mengecek tulisan dengan sedetail mungkin. Mulai dari ejaan, tanda baca, maupun kata-kata yang salah tulis atau masih disingkat-singkat. Pastikan ada kamus Bahasa Indonesia yang mendampingi pada saat melakukan editing.

6. Buatkan sinopsis
Sinopsis adalah gambaran umum mengenai isi buku yang ditulis. Biasanya bagian sinopsis tercantum di cover belakang buku.

7. Kirim ke Penerbit
Jika keenam langkah tersebut telah dilakukan, maka hal yang paling terakhir dan paling utama adalah mengirim naskah ke penerbit. Nah, ini yang terpenting! Meskipun naskah buku telah selesai, jika tidak pernah dikirim ke penerbit, maka akan tetap disebut sebagai naskah. Dia akan berubah wujud menjadi buku jika dikirim ke penerbit dan diterbitkan. Tidak perlu sungkan atau ragu-ragu. Kirim saja! Adapun urusan editing naskah, bisa dikomunikasikan ke pihak penerbit. 

Pada pertemuan sebelumnya telah dijelaskan bahwa ada penerbit yang menyediakan jasa editing dan ada juga yang tidak. Untuk lebih jelasnya, bisa menghubungi langsung ke pihak penerbit yang bergabung dalam kelas belajar menulis bersama PGRI.

Untuk peserta pelatihan menulis ini  sebenarnya sudah  ngga usah bingung lagi  karena sudah ada 4 penerbit yang siap mengawal naskah-naskahnya. Tinggal pilih saja diantaranya yaitu:

 1. YPTD: (free penerbitan) tanpa editing naskah.

2. Bu Kanjeng: ada layanan edit naskah

3. Cak Inin: Karmila Press Lamongan
4. Pak Brian:  Gemala

Berikutnya bu Aam juga menjelaskan tentang penggunaan bahasa dalam membuat resume. Menurut beliau Resume itu menggunakan bahasa baku. Mengapa harus bahasa baku? Karena buku kita nantinya akan dikonsumsi oleh oleh masyarakat diseluruh pelosok Nusantara. Seperti pengalaman dari narasumber  di pelatihan menulis Ini. Ada Om jay,   bu Kanjeng. Bu nora dan bu Aam .

Bu Aam  sudah berhasil menjual bukunya sampai lebih dari 100 eksemplar dan tersebar ke pulau Jawa, Bali, Lombok,  sampai ke Nusatenggara Timur. 

Jadi kuncinya  Agar bisa menerbitkan buku berdasarkan resume maka kita harus rajin dan rutin membuat tugas-tugas resume yang diberikan oleh narasumber.

Menurut Bu Aam, model tulisannya bisa disesuaikan dengan selera penulis. Yang terpenting adalah membuat resume secara rutin, nanti kan ada tahap revisi dan editing. Jadi, pada saat itulah diperbaiki dan diberi tambahan bumbu agar tulisan menjadi lebih sedap dinikmati publik. Semoga  kesuksesan para alumni kelas belajar menulis ini bisa tertular  pada saya nantinya   Aamiin...

Beberapa pesan dari Bu Aam yang  perlu saya  teladani  dan kita terapkan yaitu : 

1. Tidak ada yang sulit di dunia ini kalau           kita mau belajar.
2. Asahlah keterampilan menulis kita               dengan rutin menulis setiap hari!
3. Menulis itu tidak sulit, yang sulit adalah       memulai tulisan.
4. Buang rasa malas dan tulislah resume         pada hari itu juga!
5. Menulislah agar hidupmu bermakna.
6. Menulislah agar hidupmu berwarna. 
7. Menulislah hari ini agar kau dikenal               esok hari.

Terima kasih, Bu Aam. Atas pencerahannya dan dorongan semangat  khususnya  kepada saya  agar lebih  konsisten dalam menulis .  Semoga segala kebaikan hidup dicurahkan kepada Ibu bersama keluarga. Aamiin...









Rabu, 21 April 2021

Penerbit Indie

PELATIHAN BELAJAR MENULIS

Gelombang 18
Pertemuan ke 5 
Rabu, 14 April 2021
Pukul 13.00 WIB
Tema : Penerbit Indie
Narasumber : Bapak Mukminin, S. Pd, M.Pd.


Penerbit Indie













Kuliah belajar menulis siang hari ini bertepatan  hari kedua bulan Ramadhan 1442 Hijriyah.
adapun yang bertugas sebagai moderator adalah bapak Bambang Purwanto atau   Mr. Bams.
Sebagai narasumber adalah Bapak Mukminin, S. Pd., M. Pd.  atau Cak Inin. 
Moderator dan Narasumber  sama-sama orang yang hebat. Saya kenal beliau di gelombang 8.

Mari kita lihat  blog Cakinin,  yaitu  https://cakinin.blogspot.com/2020/10/curiculum-vitae.html 

Pria kelahiran Jombang, 6 Juli 1965 ini merupakan salah seorang guru PNS di SMP 1 Kedungpring Lamongan. Beliau  memiliki banyak peran sentral selain dari tugas pokoknya sebagai abdi negara. Beliau juga merupakan seorang konsultan, penulis, dan penerbit. Nah, kali ini beliau akan membahas tentang penerbit indie. Tentunya sangat relevan sekali dengan peran beliau sebagai penulis sekaligus penerbit independen bernama Kamila Press Lamongan.






Langkah-langkah praktis agar tulisan kita bisa diterbitkan, yaitu sebagai berikut:

1.  Pra-Writing
Pada tahap ini penulis mencari ide tulisan berdasarkan passion yang diminati dan disenangi.          Bentuknya  fiksi maupun non-fiksi.

2. Drafting atau Outline
Setelah menemukan ide, langkah selanjutnya adalah drafting atau Outline, yakni penulis membuat daftar isi buku yang akan ditulis. Dari outline inilah tulisan dikembangkan menjadi sebuah naskah buku.

3. Writing
Di tahap writing atau menulis ini, penulis mulai menyalurkan kreativitasnya dalam merangkai kata, menyusun kalimat, menggunakan kemampuannya  berekspresi dalam bentuk tulisan. Tapi ingat, jangan dulu dibaca naskah yang sedang ditulis walaupun hanya sekali. Tetap kerjakan kegiatan menulis hingga naskahnya selesai.

4. Revisi dan Editing
Nah, setelah kegiatan menulis selesai, penulis baru dibolehkan untuk beralih ke tahap revisi dan editing. Apakah berbeda antara revisi dan editing? 
Cak Imin menerangkan bahwa kedua aktivitas tersebut memiliki perbedaan. 
a. Revisi artinya penulis mengoreksi tulisannya sendiri dengan cara mencari tahu kekurangan ataupun pemborosan kata yang terdapat di dalamnya. Di tahap ini penulis dapat menemukan jika ada paragraf yang tidak nyambung dengan paragraf sebelumnya, atau menghilangkan bagian-bagian tertentu yang tidak perlu dicantumkan dalam teks, atau bisa jadi ada tambahan data yang akan menguatkan isi tulisan.
b. Editing adalah proses memperbaiki berbagai kesalahan tanda baca, pola kalimat, ataupun kekeliruan dalam tata bahasa lainnya. Proses mengedit atau menyunting sebuah tulisan yang dilakukan oleh penulisnya sendiri biasa disebut dengan istilah swasunting.

5. Publishing
Tahapan ini merupakan tahap akhir dari sebuah proses penulisan buku. Jika penulis telah melewati tahap 1-4, maka naskah buku bisa diteruskan ke penerbit.


Disebutkan bahwa ada dua jenis penerbit yang bisa membantu penulis untuk menerbitkan karyanya. Penerbit mayor dan penerbit indie (penerbit independen). 

Adapun perusahaan yang termasuk kategori penerbit mayor antara lain: Gramedia Pustaka Utama, Mizan, Republika, Grasindo, Loka Media, Tiga Serangkai, Erlangga, Yudhistira, Andi Yogyakarta, dan masih banyak lagi penerbit mayor di Indonesia. Sedangkan contoh penerbit indie yang tergabung dalam grup belajar menulis bersama PGRI yaitu: YPTD, Gemala, Kamila Press Lamongan, dan ratusan penerbit indie lainnya.

 Perbedaan antara penerbit mayor dan penerbit indie. Dengan cermat Cak Inin menyampaikan mengenai hal tersebut. Jika dilihat dari beberapa aspek, dapat ditemukan adanya perbedaan antara kedua jenis penerbit tersebut. 
1. Berdasarkan jumlah cetakan.
- Penerbit mayor: dicetak secara massa, sekitar 1000 hingga 3000 eksemplar.
- Penerbit indie: dicetak sesuai pemesanan (POD: Print On Demand)

2. Berdasarkan naskah yang diterbitkan
- Penerbit mayor: naskah harus melewati prosedur yang ketat dan sangat mempertimbangkan pangsa pasar. Penulis harus siap untuk ditolak jika naskah tidak sesuai dengan kriteria penerbit.
- Penerbit indie: naskah tidak pernah ditolak asalkan tidak melanggar undang-undang hak cipta, tidak ada unsur SARA dan pornografi di dalamnya, dan layak diterbitkan.

3. Berdasarkan profesionalitas
- Penerbit mayor: SDM yang ada di dalamnya merupakan tenaga profesional di bidangnya masing-masing.
- Penerbit indie: SDM yang dimiliki juga profesional tetapi sangat ditentukan oleh manajemen dari penerbit tersebut. Maka penulis harus pandai-pandai memilih penerbit indie yang akan menerbitkan bukunya, dan jangan mudah tergoda dengan paket penerbitan murah. Penulis harus menilai penerbit indie yang berdasarkan mutu kertas dan manajemen pemasarannya.

4. Waktu penerbitan
- Penerbit mayor: waktu yang digunakan dari pengiriman naskah sampai dipasarkan cenderung cukup lama. Untuk konfirmasi naskah diterima atau tidak berkisar antara 1 sampai 3 bulan lamanya. Jika diterima, naskah tidak serta merta diterbitkan tetapi menunggu giliran. Kadang cepat, ada juga yang sampai bertahun-tahun. Dalam proses distribusi ke toko buku, sangat ditentukan oleh target penjualan yang telah ditentukan. Jika tidak mencapai target, maka buku akan ditarik oleh penerbit.
- Penerbit indie: waktu yang digunakan untuk menerbitkan buku cukup singkat. Penerbit indie meyakini bahwa naskah seorang penulis merupakan karya terbaik dan layak untuk diterbitkan. Tidak ada pertimbangan rumit dan prosedur panjang dalam menerbitkan buku.

5. Royalti
- Penerbit mayor: royalti penulis dipatok secara maksimal 10% dari total penjualan buku. Royalti tersebut biasanya dikirim ke penulis setelah penjualan mencapai angka tertentu. Terkadang ada juga yang sampai berbulan-bulan setelah buku terjual.
- Penerbit indie: keuntungan penulis pada umumnya sekitar 15-20% dari harga buku. Sistem pemasarannya beragam, ada yang secara langsung (offline) maupun online melalui Facebook, Twitter, Instagram, WAG, dan lain-lain.

6. Biaya penerbitan
- Penerbit mayor: gratis.
- Penerbit indie: berbayar dan disesuaikan dengan aturan masing-masing penerbit.

Cak Inin kemudian memaparkan tentang salah satu penerbit indie yang tergabung dalam grup belajar menulis bersama PGRI bernama Kamila Press Lamongan. Dengan sangat rinci beliau menguraikan segala hal yang terkait dengan penerbitan buku. Mulai dari jasa yang disediakan (desain cover, lay out, editing, dan ISBN), detail harga, sampai pada jumlah buku yang telah diterbitkan sejak bulan September 2020 sampai sekarang (April 2021).


Ada beberapa hal yang dipersyaratkan jika penulis ingin menggunakan jasa penerbit Kamila Press Lamongan. 
1. Naskah yang dikirim harus lengkap. Mulia dari judul, kata pengantar, daftar isi, muatan atau isi buku yang sesuai urutan daftar isinya, daftar pustaka, biodata penulis yang dilengkapi foto, dan sinopsis buku.

2. Naskah diketik di kertas A5 (ukuran 14,8 X 21cm), spasi 1,5 dengan font 11, ukuran margin seragam yakni 2cm di semua sisinya, jenis hurufnya boleh menggunakan Arial, Calibri, ataupun Cambria. Naskah utuh dikirim dalam 1 file ke WA Cak Inin atau ke e-mail beliau gusmukminin@gmail.com

Di penerbit Kamila Press Lamongan juga menyediakan jasa dan fasilitas untuk membantu penulis jika mengalami kesulitan dalam menentukan judul buku, cover buku, sertifikat penulis yang bekerjasama dengan percetakan. Selain itu, ada juga fasilitas PO atau Pre-Order buku. Dengan adanya PO, membantu penulis dalam mempromosikan buku lengkap dengan harganya.

Demikian resume hari ini . banyak pelajaran berharga yang kita dapatkan . sekarang ngga usah bingung lagi mencari penerbit. yang penting kumpulkan dulu ide-ide kita biar bisa jadi buku  nantinya .















































BLOG Belajar Menulis

Menulis Resume Untuk Jadi Buku

PELATIHAN BELAJAR MENULIS Pertemuan Ke 6 Gelombang 18 Jumat, 16 April 2021 Pukul 13.00 WIB Tema : Menulis Resume untuk Jadi Buku Narasumber ...

BLOG Belajar Menulis